Jadi Orang Bijak
27 January 2011 at 3:43 pm | Posted in depok, pajak, perumahan | Leave a commentTags: depok, pajak bumi dan bangunan, pajak motor
Hari ini saya jadi orang bijak. Alias abis bayar pajak.
Bayar 2 jenis pajak. Pajak kendaraan bermotor (sepeda motor) dan Pajak Bumi & Bangunan alias PBB.
Pertama ke kantor Samsat Depok di Depok II Tengah untuk bayar pajak Suzuki Spin.
Sampe tempat parkir, langsung ke tempat foto copy. Bayar 4rb buat foto copy KTP, STNK, BPKB, plus disusun dan dimasukin ke map.
Setelah itu langsung masuk ke ruangan, dan seperti biasa ruame buanget… tempat duduk hampir penuh. Yang diri juga ngga sedikit. Ambil formulir, trus diisi.. dan diserahin ke loket.
Tinggal nunggu dipanggil kasir. Nah.. disini yg lama. Hampir 1 jam, baru dipanggil untuk bayar. 155rb untuk Suzuki Spin SR 2008.
Setelah bayar, dikasih bukti lunas bayar pajak.
Sudah selesai kah? Blom.. Karena STNK dan KTP masih di petugas. Jadi setelah bayar di kasir, nunggu dipanggil lagi di loket sebelah untuk pengambilan STNK dan KTP, dan dikasih sampul plastik buat STNK.
Selesai.. Ngga repot. Tapi nunggunya lama… Herannya di tempat parkir, ada aja yg minta tolong untuk pembayaran pajak ini.
Eh iya.. saat nunggu di panggil kasir, ada pengumuman pake pengeras suara: bahwa mulai 26 Januari 2011, sudah dibuka Samsat Outlet di Depok Town Square (Detos). Buka tiap hari (termasuk hari minggu!), jam 09.00-19.00.
Abis dari Samsat, tinggal bayar pajak 1 lagi. Bayar PBB.
Di lembaran SPPT-nya, tercatat tempat pembayaran selain di kantor kecamatan. Yaitu bisa via ATM, teller bank, phone banking, juga internet banking. Tapi berhubung ngga punya account di bank-bank yg bisa melayani transaksi tsb, saya mampir ke BNI yang kebetulan dilewatin.
Sesampai di BNI Margonda kebetulan lagi sepi. Ngga ada antrian. Langsung ke teller. Bilang mau bayar PBB. Ngga perlu ngisi form apa-apa. Tinggal bayar, dan setelah itu dikasih tanda bukti transaksi.
Gini baru enak bayar pajaknya. Cepett.. ngga pake nunggu-nunggu.
Bagaimana mengusir ulat bulu?
3 December 2010 at 3:22 pm | Posted in cilodong, depok, hewan, perumahan, pohon, rumah | Leave a commentTags: kepompong, kupu-kupu, ulat bulu
Bagaimana caranya…?
dari hasil browsing, banyak caranya.
Antara lain:
- Beli anti hama di tukang tanaman.
- Pakai campuran oli dan kapur bangunan.
- Pakai abu bekas bakaran kayu.
- Campuran : Tembakau, Kenikir, Pandan, Kemangi, Cabe rawit, Kunyit, Bawang Putih, Aquadestilata, Decomposer BSA, Gula pasir (repottt ye cari bahannya :p)
- Campuran sabun deterjen dan air.
- Bawang putih, cabai, dicampur dengan sabun.
- Rendaman air tembakau.
Yang paling menarik adalah postingan seorang member di milis tabloid rumah.
Kalau tidak terlalu mengganggu sebaiknya dibiarkan saja. “Wabah” itu akan hilang sendiri.
Karena ulat-ulat itu akan bermetamorfosis menjadi kupu-kupu. Yang bikin taman rumah lebih indah.
Abdul Gani – Al Falah
7 January 2009 at 11:30 am | Posted in cilodong, depok, perumahan, rumah | 7 CommentsTags: depok, rumah
Udah lama ga sepedaan. Sabtu pagi kemaren coba main lagi. Ga berencana jauh2. Cuma nyusurin Jl. Abdul Gani dan seterusnya.
Keluar rumah jam 6. Kelihatan beberapa perumahan baru muncul disini. Menyusul Oma Lake View dan Griya Kalibaru (sebelumnya udah ada lama Puri Nirwana 2).
- Perumahan Green View, agak masuk sekitar 1 km dari jalan utama. Baru ada rumah contoh.
- Cibinong Green Residence, pinggir jalan. Karena ngga masuk ke dalem jadi ngga tahu udah ramai atau belum.
- Perumahan Pesona Pertiwi, udah terbangun beberapa rumah.
- Perumahan Taman Mutiara Cibinong, pas sebelah Pesona Pertiwi. Udah agak banyak yg terbangun rumahnya. Beberapa sudah ditempati.
- Griya Kalibaru, yang ini udah agak lama. Rumah ready stock terbangun banyak. Penghuninya juga sudah lumayan rame.
- Komplek TNI AD. Pas disamping Griya Kalibaru tapi karena sudah terpagar tidak bisa langsung ke sini.
- Kopwani Village II. Abis dari Situ Cilodong, lewat komplek ini untuk pulang. Sedang dibangun banyak rumah.
Jam 9 sampe rumah di Oma Lake View yang sebelahan sama Kopwani Village. Sayangnya perumahan sendiri ga difoto. Hehehe. Tapi bisa dilihat di fotonya tetangga rumah, Pak Surya disini.
—
Kering
4 August 2008 at 11:30 am | Posted in cilodong, depok | 1 CommentTags: depok, setu cilodong
Setu Cilodong kering.
Saluran air bekas saluran irigasi di pinggir perumahan juga.
Sumur 9 meter di rumah semakin kecil keluarnya sampai akhirnya hanya tetesan saja yang keluar dari Shimizu 125 watt – pompa bonus dari developer.
Panggil bang Roni. Langsung gali.
Diperdalam sampai 12 meter. Dapat air. Shimizu bekerja keras menyedot air. Tidak deras. Tapi lumayan. Walau belum bisa mandi pakai shower.
Diputuskan ganti pompa. Pakai jet pump.
Tanya2 ke PT. Aditya. Distributor merk Wasser. Apa beda tipe ini dan itu. Harga tipe ini dan itu. Minta diskon…
Akhirnya pesan PC-250EA lewat telpon. 1,3 juta-an (harga di toko 1,6 – 1,7 juta-an).
Diantar 2 hari kemudian. Barengan sama gali ulang sumur. Kali ini galian untuk jet pump. Bang Roni lagi yang gali. Kedalaman hanya nambah 1 meter dari sebelumnya. Jadi 13 meter. Air keluar deras. Alhamdulilah.
Dan Alhamdulillah lagi, sabtu kemarin hujan turun deras…
Setu Cilodong
16 May 2007 at 11:42 am | Posted in cilodong, depok, setu | 6 CommentsTags: setu
Gw tahu tempat ini sejak membeli rumah di perumahan belakang setu ini. Oma Lake View nama perumahan tersebut. Menjual setu ini sebagai bagian dari perumahan, yang menjadi salah satu daya tarik gw mengambil kavling disini.
Berada di perbatasan Depok – Cibinong. Dan nggak terlalu luas.
Awal2 ke sini waktu itu sedang puncaknya musim kemarau. Setu terlihat seperti bak yang lagi dikuras. Airnya cuma ada beberapa genangan, bahkan terlihat seperti lapangan becek. Terlihat penuh lagi memasuki musim hujan. Sampai sekarang. Sayangnya sebagian permukaan setu tertutupi tumbuhan air yang membuat setu terlihat seperti rawa. Kurang indah dilihat jadinya.
Seperti setu2 lain, terlihat warga sekitar mancing disini. Sekedar manghabiskan waktu. Syukur2 dapet ikan.
Selain mancing, bisa juga sekedar ngemil atau minum es kelapa di warung yang berderet di pinggir setu yang berbatasan langsung dengan jalan raya. Seperti yang terlihat minggu pagi waktu gw kesini, beberapa orang yang bersepedaan sedang istirahat sejenak disini.
Konon sudah disediakan dana 23 milyar untuk perbaikan setu2 yang ada di Depok. Dan Setu Cilodong salah satu setu yang akan dinormalisasi sehingga optimal dalam fungsinya sebagai daerah resapan air.
Mudah2an Setu Cilodong jadi terawat ya. Biar kalo gw mau piknik ga perlu jauh2.
Lihat gw sama Mia sepedaan ke sini di: http://nuarnyamia.multiply.com/photos/album/28
Blog at WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.







